Umah Pitu Ruang, Rumah Adat Batak Gayo

kembali ke ARCHITECT-NEWS.COM archnews

Rumah adat gayo bernama ‘umah pitu ruang’, artinya ‘rumah tujuh ruangan’, karena rumah ini memang memiliki ruangan yang berjumlah tujuh. Bentuknya menyerupai ‘rumoh aceh’, namun terdapat perbedaan karakter yang lebih cenderung mengarah pada ornamentasi khas batak. Rumah ini berbentuk panggung proporsi ketinggian dinding dan kolong yang hampir sama. Kolong ini dipergunakan untuk kegiatan bersama sebagai tempat berkumpul masyarakat dalam acara-acara penting. Terdapat teras pada bagian depan rumah dengan pagar rendang yang mengelilingi. Ciri unik yang mirip ‘rumoh aceh’ terdapat atap pelana dengan hiasan gevel yang sebagian kecil di atasnya dimajukan hingga mencapai lisplank melalui balok yang melintang di atas teras. Untuk mencapai lantai panggung digunakan tangga dari bahan papan. Posisi tangga bervariasi, bisa masuk dari samping atau dari depan, bisa melalui tepi lantani panggung atau melalui lubang yang dibuat di bawah lantai panggung.

Dindingnya cukup rapat dan tidak ada karawang yang menghiasi. Terdapat pintu utama yang berjumlah dua dan menghadap ke arah depan. jendela terdapat pada dinding samping rumah berjajar setiap satu unit modul struktur. Modul strukturnya memanjang ke belakang dengan tiga modul pada sisi lebarnya dan delapan modul pada sisi panjangnya. Tiga modul membujur dari depan ke belakang ini memiliki ketinggian lantai panggung yang sama.

Terdapat hiasan pada gevel yang menjorok ke depan sebagai aksentuasi bangunan. Lisplamknya juga diberi ornamentasi dengan perlubangan kecil sederhana. Balok-balok lantai panggung juga dihiasi ornamentasi, terbuat dari papan yang diukir dan dicat. Bagian bawah tiang yang langsung berbatasan dengan pondasi umpak berbentuk segi empat juga diberi ornamentasi.

kembali ke ARCHITECT-NEWS.COM archnews


About this entry