Omo Hada, Rumah Adat Nias Selatan

kembali ke ARCHITECT-NEWS.COM archnews

Rumah adat Nias Selatan yang bernama ’omo hada’ merupakan rumah panggung dengan denah yang berbentuk bujur telur. Tiang-tiang penyangga berjumlah delapan, menopang bangunan dari tanah sampai rerangka atap. Di bagian kolong sari tiang-tiang ini terdapat penguat dengan ’truss’ berbentuk huruf ’X’. Kolong ini tidak difungsikan sebagai runag untuk digunakan dalam beraktifitas. Atapnya memilliki proporsi yang lebih tiggi dari dinding, bagian tepinya berbentuk kerucut. Di bagian bawah atap terdapat jendela atas yang dapat berfungsi sebagai ’skylight’. Sama seperti ’omo sebua’ sebagai rumah di Nias Utara. Jendela atas ini dapat ditutup dan dibuka dengan mendorong dan memberi penyangga. Untuk mencapai lantai panggung digunakan tangga dari papan menuju teras kecil yang berpagar rendah berupa karawang.

Ruang dalam omo hada bersifat terbuka, untuk membaginya menjadi empat ruang digunakan sekat yang terangkai membentuk tanda plus (+). Pada ruang duduk dan dapur terletak jendela atas. Struktur dinding luar terlepas dari tiang utama. Terdapat rangkaian konstruksi dinding dari jajaran kayu selebar jendela/pintu untuk melekatkan papan, yang disangga oleh balok lantai yang dilebihkan keluar. Jendela dan pintu bentuknya juga mengikuti modul konstruksi rangka dinding ini. Jendela yang diberi jalusi kayu dapat terletak untuk berdiri sendiri maupun berjajar beberapa baris. Karena bentuknya yang oval, omo hada dalam satu kawasan permukiman tidak berdiri dengan saling berhimpitan, namun cenderung memilliki jarak antara satu rumah dengan rumah lainnya.

kembali ke ARCHITECT-NEWS.COM archnews


About this entry