Lamban Pesagi, Rumah Adat Lampung

kembali ke ARCHITECT-NEWS.COM archnews

Rumah adat lampung disebut dengan nama ’lamban pesagi’. Arti kata ‘lamban’ adalah rumah dan ‘pesagi’ adalah persegi, karena denahnya berbentuk segi empat. Lamban pesagi merupakan rumah panggung dengan atap perisai yang memiliki teristis panjang berbentuk pelana. Teritis yang berupa kanopi pada pintu masuk utama disangga konsol miring yang panjangnya sampai ke lantai rumah. Terdapat tangga dari papan yang dilengkapi dengan railing sederhana. Struktur panggung terputus dengan struktur dinding rumah. Posisi dinding lebih menjorok keluar sedikit dan ditopang oleh balok-balok atas struktur panggung. Dinding rumah cenderung tertutup dan hanya memiliki sedikit bukaan berupa jendela. Tiang-tiang panggung diletakkan pada pondasi umpak yang berbentuk segi empat. Kolong rumah panggung digunakan untuk kandang atau gudang.

Bagian-bagian dari ’lamban pesagi’ secara lengkap adalah tangga masuk yang dinamakan ’galadak’, beranda tamu yang dinamakan ’ajung-anjung’, ruang bersama untuk pertemuan keluarga laki-laki dinamakan ’serambi tengah’, runag bersama untuk pertemuan keluarga perempuan dinamakan ’lapan agung’, ruang tidur untuk anak tertua yang dinamakan ’kebik temen’ atau ’kebik kerumpu’, ruang tidur untuk anak kedua yang dinamakan ’kebik rangek’, dan ruang tidur untuk anak ketiga yang dinamakan ’kebik tengah’. Untuk rumah bangsawan, di halaman ada gapura masuk yang dinamakan ’lawang kuri’, dan pos jaga yang dinamakan ’pusiban’.

Pola permukiman masyarakat Lampung berupa jajaran rumah dengan posisi saling berhadapan menghadap jalan desa yang dinamakan ’tiyuh’. Jajaran rumah tersebut terbagi-bagi menjadi beberapa kelompok yang dinamakan ’bilik’. Sebuah ’bilik’ diketuai oleh pemimpin kampung yang bernama ’klen’. Dalam satu kesatuan wilayah desa terdapat beberapa bangunan dengan nama-nama khusus. Rumah kepala desa bernama ’lamban balak’, masjid bernama ’masigit’, dan lumbung padi bernama ’walai’. Permukiman masyarakat Lampung biasanya terletak di dekat sungai sebagai tempat pemenuhan kebutuhan air.

kembali ke ARCHITECT-NEWS.COM archnews


About this entry