Omo Sebua, Rumah Adat Nias Utara

kembali ke ARCHITECT-NEWS.COM archnews

Nias adalah sebuah pulau yang terletak di sisi Barat dan termasuk dalam Provinsi Sumatera Utara dengan luas 5.625 Km2. Dalam bidang arsitektur terdapat perbedaan yang menyolok antara Nias Utara dengan rumah yang memiliki denah berbentuk bujur sangkar disebut ‘omo hada’ dan Nias Selatan yang memiliki denah berbentuk oval disebut ‘omo sebua’. Rumah Nias Utara lebih memiliki bentuk yang monumental dengan ketinggian bangunan hingga mencapai 20 meter. Rumah Nias Utara termasuk salah satu dari situs di dunia yang mendapat perhatian World Monument Fund.

Omo sebua berbentuk panggung dengan atap pelana yang bubungannya tegak lurus arah menuju pintu masuk utama. Atap tersebut memilliki sudut yang sangat curam dan bentuknya juga agak melengkung cekung. Beberapa rumah lain memliliki lengkung yang tidak sempurna dan menjadi seperti garis patah. Di bagian bawah atap terdapat bukaan yang berfungsi sebagai jendela atas. Jendela atas ditutup dan dibuka dengan mendorong dan memberi penyangga. Untuk rumah kecil hanya berjumlah satu dan untuk rumah yang lebih besar berjumlah 2.

Lantai rumah panggung berketinggian 4 meter, disangga dengan tiang-tiang besar dari kayu gelondongan yang berdiameter sampai 60 cm. Di sisi luar ditambah lagi tiang/balok besar yang miring membentuk huruf V. Tiang-tiang besar tersebut bertumpu pada pondasi umpak yang terbuat dari batu dan terletak di atas tanah.

Pintu masuk utama terletak di lantai panggung dalam posisi persis ditengah, dan untuk mencapainya harus melalui kolong rumah. Dinding rumah berbentuk tegak di sisi sampaing dan miring ke bawah di sisi depan. Di bagian depan terdapat jajaran jendela dengan teralis-teralis yang memiliki arah horizontal.

Pola permukiman nias berbentuk linier saling berhadapan membatasi lapangan dan jalan. Di halaman tengah ini diletakkan tumpukan batu untuk melakukan upacara lompat batu. Jalan utamanya adalah sumbu kampung dengan material batu. Jalan ini dibuat dari batu-batu besar yang permukaannya diratakan kemudian diberi ragam hias pahatan. Di pinggir jalan terdapat saluran air dengan material batu pula.

Dalam satu permukiman, rumah-rumah terletak berjajar dengan posisi yang hampir berdekatan. dan saling terhubung satu sama lain melalui teras samping. Dari seluruh jajaran, rumah pemimpin memilliki bentuk yang paling tinggi dan paling besar. Tingkat kehalusan penyelesaian konstruksinya juga paling rapi dengan lengkung atap yang paling sempurna pula.

kembali ke ARCHITECT-NEWS.COM archnews


About this entry